Cari

ranisyahreza

Believe In Allah

Ketawa Bareng Bung Besar

image.png

Ketawa Bareng Bung Besar || Eddi Elison || Imania || tahun 2014, 252 hlmn || @ranisyahreza

Bung Karno, siapa yg tdk mengenalnya? Sang proklamator, presiden pertama RI. Namanya tak pernah lekang dimakan zaman, bahkan di luar negeri byk yg menggunakan namanya u/ nama jalan sbg penghormatan.

Saking kharismatiknya presiden pertama RI ini, byk yg menulis ttg beliau. Buku2 ttg beliau bertebaran & terus bermunculan. Di antara semua buku2 itu, buku ini adalah yg paling menarik, karena menceritakan sisi humoris beliau.

Ditulis oleh seorang jurnalis senior, Eddi Elison. Byk pengalamannya bersama Bung Karno di masa2 tugasnya sbg awak TVRI. Hal itu membuatnya tergugah u/ menulis buku ini.

Di dlmnya ada 75 kisah yg menceritakan humor Bung Karno. Ada yg lucu, ada jg yg menurut saya agak garing. Maklum, beliau kan mmg bukan pelawak. Tapi jujur, buku ini sgt menghibur, & saya jadi mengenal sang proklamator dari sisi lainnya.

Byk hal yg membuat saya berucap, “wah, ternyata beliau spt ini”. Byk yg membuat terkekeh juga. Menurut saya buku ini layak koleksi, apalagi bagi penggemar Bung Karno spt saya.

2 kata u/ buku ini: “ringan” & “berbobot”.

#resensioktober

Iklan

Coaching Tukang Kacang

PhotoEditor_20190925_070034446.jpg

Coaching Tukang Kacang || Coach Kiat, dkk || Hujan Karya || tahun 2017, 222 hlmn || @ranisyahreza

Coaching Tukang Kacang, merupakan antologi cerpen yang ditulis oleh 31 penulis lintas profesi dan lintas usia.

Buku ini ditulis dengan tujuan untuk menginspirasi pembaca sehingga bisa mengerjakannya menjadi manusia yang lebih baik.

Terbagi menjadi tiga bab, yaitu Tafakur Seorang Pelajar, Hidup ini Indah, dan Kisah Inspiratif dari Setiap Profesi.

Membaca buku ini sangat terasa beragam latar dan suasana dari setiap cerita. Penulis yang terdiri dari berbagai usia dan profesi juga sangat terasa di setiap cerita. Masing-masing cerita punya makna sendiri. Sebagian mungkin berasal dari kisah hidup penulis sendiri, sehingga sangat terasa perbedaannya di setiap cerita.

Di bab Tafakur Seorang Pelajar misalnya, terdapat beragam cerita. Ada yang mengisahkan kehidupannya sebagai anak kos, ada yang mengisahkan kisah masa lalunya yang tak mampu sekolah, ada juga yang tak berhenti meraih mimpinya menjadi seorang penulis meski orang tuanya tak mendukungnya.

Banyak inspirasi yang didapat di sini. Setiap manusia punya jalannya sendiri. Setiap kita pasti pernah mengalami keajaiban yang tak pernah terprediksi.

Terima kasih kepada penerbit dan penulis2 di buku ini. Semoga semakin banyak orang yang terinspirasi, dan tetap semangat menjalani hidup ini.

#resensiseptember

Buah Pepaya, Agar Tak Minta-Minta

Tadi pagi seperti biasa saya pergi ke Car Free Day di kawasan Garut Kota. Saya pergi bersama adik bungsu, dan seorang teman.

Yang namanya pergi ke keramaian tentu saja banyak hal yang dilihat dan didengar, serta ditangkap oleh indra. Ada hal lucu, ada juga yang membuat terharu.

Di tulisan ini tentu saja yang ditulis adalah kisah yang cukup mengharukan, karena sesuai dengan kategori tulisan ini, “Kisah Menggugah”. Ditulis dengan tujuan supaya pembaca bisa menjadi lebih baik lagi dalam segala hal.

Ceritanya begini. Ketika adik saya menaiki odong-odong, saya beserta teman duduk menunggu di dekat odong-odong itu. Banyak orang berlalu-lalang, kami pun menghabiskan banyak topik obrolan.

Di tengah obrolan kami, beberapa kali kami terganggu karena pengamen dan pengemis yang “menyodorkan tangannya”. Padahal mereka terlihat baik-baik saja secara fisik, dan lebih muda secara usia.

Lalu ada satu pemandangan yang membuat saya agak tergugah. Seorang ibu yang sudah tua, memakai tongkat untuk berjalan karena salah satu kakinya terlihat tidak baik-baik saja, pakaiannya kumal, menggendong tas yang juga kumal, sambil membawa beberapa kantong kresek berisi sesuatu.

Beliau menghampiri orang-orang, salah satunya seorang ibu muda yang tentu saja penampilannya jauh lebih baik, dengan riasan wajah seingat saya. Entah apa yang dibicarakan, kemudian ibu tua itu memberikan satu kantong kreseknya, dan ibu muda itu memberikan uang. Rupanya ibu tua itu menjual pepaya.

Saya sempat berpikir ibu tua itu pengemis juga. Astaghfirullah, saya sudah salah dan berburuk sangka. Ternyata ibu itu menjual pepaya, bukan peminta-minta dengan badan sehat seperti orang-orang yang datang sebelumnya.

Dari situ saya merenung, rupanya orang-orang seperti ini masih ada. Orang yang meskipun kondisinya memungkinkan untuk meminta-minta, tapi ia tak melakukannya. Ia lebih memilih melakukan sesuatu yang ia masih bisa, yang lebih mulia derajatnya.

Selepas menjual pepaya kepada ibu muda itu, ibu tua melanjutkan langkahnya menuju orang-orang lainnya.

Dalam hati saya berdoa, semoga Allah selalu melindunginya, memberinya kesehatan, dan rezeki dari arah mana pun yang tak disangka-sangka, selama ia terus berusaha dan tak meminta-minta. Semoga beliau juga rajin beribadah kepada Allah, dan Allah memberikan rezeki yang berlimpah padanya.

Apa hikmah yang kamu dapat setelah membaca kisah di atas? Tolong tuliskan di komentar.

Orang Tua Sudah Meninggal? Bagaimana Cara Berbuat Baik Padanya

Berbuat baik pada orang tua tak dibatasi waktu, bahkan jika mereka sudah tiada pun kita masih bisa berbuat baik. Tapi jangan mentang-mentang begitu, lantas kita tak berbuat baik ketika mereka masih ada. Berbuat baiklah pada orang tua kapan pun dan dimana pun. Mereka adalah salah satu pintu surga, karena ridho Allah terletak pada ridho mereka.

Begini 4 hal yang bisa dilakukan jika ingin berbuat baik pada orang tua yang sudah meninggal:

1. Doakan

Pertama tentu saja doakan mereka. Jadilah anak sholeh yang menjadi amal jariyah bagi mereka.

2. Mintakan ampun

Jangan lupa juga untuk memintakan ampun untuk mereka.

3. Sedekah

Bersedekahlah atas nama mereka, sehingga pahalanya mengalir untuk mereka. Sedekah adalah amal yang pahalanya terus mengalir, maka bersedekahlah atas nama mereka, hingga mereka memperoleh amal jariyah yang tak pernah berhenti.

4. Silaturahim

Last but not least, jaga hubungan baik dengan teman-teman orang tua kita. Jangan lupa rutin bersilaturahim dengan mereka. Hal itu akan membuat orang tua kita yang sudah berada di alam berbeda merasa senang, karena kita tetap menjaga hubungan baik dengan orang-orang dekat mereka, teman-teman baik mereka.

Mudah-mudahan orang tua kita serta kita dimasukkan oleh Allah ke dalam surga-Nya, serta dijauhkan dari api neraka. Aamiin.

Kamu punya kenangan dengan orang tua? Coba ceritakan di komen ya.

Sumber: Damai Indonesiaku Tv One  (14/09/2019).

3 Tips Cepat Dapat Jodoh

Kalau ngomongin soal jodoh, para anak muda pasti langsung tertarik. Entah mengapa topik ini sangat menarik minat mereka.

Jodoh sebagaimana kita tahu sudah ditentukan oleh Allah swt.

Seringkali banyak orang bertanya, kapan saya akan bertemu dengan jodoh saya? Bagaimana caranya agar saya cepat dapat jodoh? Dan pertanyaan lain semacam itu.

Ada 3 tips agar cepat dapat jodoh. Tips ini diperoleh dari Ust. Arifin Nugroho dalam acara Damai Indonesiaku Tv One yang tayang tadi siang. Berikut tips nya:

1. Berbuat baik pada orang tua

Pertama adalah berbuat baiklah pada orang tua. Mau cepat dapat jodoh ataupun tidak, berbuat baik pada orang tua adalah sebuah keharusan, karena orang tua lah yang membuat kita bisa seperti sekarang.

Berbuat baiklah selalu pada mereka, agar mereka selalu mendoakan yang terbaik untuk kita, termasuk dalam hal jodoh.

2. Pantaskan diri

Lihat diri sendiri, apakah sudah pantas untuk mendapatkan jodoh?

Jodoh seperti apa yang diinginkan? Jika ingin jodoh yang baik, berkacalah tanya pada diri sendiri apakah kita sendiri sudah baik? Jika ingin punya jodoh yang pintar mengaji, apa kita bisa mengaji?

Pantaskan diri dulu, jadilah yang terbaik, mudah-mudahan Allah memberikan kita jodoh yang terbaik pula, yang cocok dengan kita. Aamiin.

3. Bantu orang lain

Last but not least, berbuat baiklah pada orang lain. Apa yang bisa kita bantu, bantu. Siapa tahu orang yang kita tolong menjadi jalan datangnya jodoh kita.

Itulah 3 tips yang saya peroleh dari Ust. Arifin Nugroho. Coba diamalkan, terus jangan lupa bagi pengalamannya dengan cara tuliskan di komentar. Oke?

Sumber: Damai Indonesiaku Tv One  (14/09/2019).

BJ Habibie, Sang Patriot Bangsa

wpap_bj_habibi_by_fajarfatzerst-d9xlhqn.jpg

Indonesia sedang berduka. Ibu pertiwi kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Bacharuddin Jusuf Habibie. Presiden Indonesia ketiga. Putra terbaik yang pernah dimiliki negara Indonesia.

IMG-20170911-WA0001.jpg

BJ Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 83 tahun yang lalu. Beliau adalah anak ke empat dari delapan bersaudara.

BJ Habibie orang yang sangat cerdas. Meraih summa cumlaude di perguruan tinggi di Jerman, serta memiliki IQ 200. Jerman bahkan pernah menawarkannya kewarganegaraan, tapi beliau menolak karena beliau mencintai Indonesia, tanah airnya.

Sudah terlalu banyak yang Pak Habibie berikan untuk bangsa ini. Bahkan di usia senjanya, beliau masih sibuk dengan berbagai kegiatan demi bangsa ini. Jika kamu merasa orang hebat, coba tengok Pak Habibie, kamu pasti merasa bukan apa-apa. Saya sendiri sering malu jika saya mengeluh atas hidup ini, padahal saya bukan apa-apa dibandingkan dengan apa yang telah Pak Habibie lakukan untuk negeri ini.

Screenshot_2016-12-03-19-36-26-1.png

Pak Habibie banyak menginspirasi. Tak hanya dalam kecerdasan dan kemampuannya, tapi juga dalam hal asmara. Jangan protes jika bagi saya Pak Habibie dan Bu Ainun adalah Romeo Juliet nya Indonesia. The real cinta sejati. Kisah cinta keduanya dapat kita temukan di buku maupun film. Filmnya kini sudah tiga. Kisah-kisahnya mampu membuat kita meneteskan air mata.

Bahkan saya ingat dalam sebuah wawancara, Pak Habibie pernah mengatakan beliau percaya Bu Ainun masih ada bersamanya, hanya terpisah dimensi, dan beliau ingin meneliti dimensi itu. Pak Habibie tetap setia pada Bu Ainun sampai akhir hayatnya.

BJ Habibie adalah presiden dengan jabatan tercepat, namun juga presiden dengan umur paling panjang di Indonesia. Beliau kini telah berpulang, tanggal 11 September 2019, pukul 18 lebih (WIB), di RSPAD Gatot Subroto. Ucapan bela sungkawa dan doa terus mengalir, karena kami sungguh kehilangan beliau, Eyang Habibie.

Mudah-mudahan semua amal ibadahnya diterima oleh Allah swt. Kembali dipersatukan dengan Bu Ainun di surga-Nya. Aamiin.

dbl2ipw-5343cce9-27e8-4fd3-8ac7-9496ebe29356.jpg

Selamat jalan, the real patriot, jasamu untuk bangsa dan negara ini takkan pernah terlupakan, dan takkan hilang ditelan zaman.

14 April 2019 (2)

Ternyata sifat duri itu sama dengan induknya
Sakit untuk menyadarinya
Perih untuk menerimanya
Tersiksa menahannya
Takut dosa mengatakannya
Tak mau sakit memendamnya

14 April 2019

Ketika nyawa belum berkumpul pada raga
Tetiba dihujani dengan kata-kata
Dicibir dan dihina
Tak diterima jawabannya
Ditusuk hatinya
Tepat di rongga rasa
Hingga tak bisa menahan air yang mengalir di muka
Serta isak yang mengiringinya

30 Maret 2019

Meskipun aku datang dengan tangan hampa
Tapi aku membawa doa

#UntaianRasa #30Maret2019

Blog di WordPress.com.

Atas ↑